Sabtu, 17 Juli 2010

LSM, PENGORGANISASIAN, DAN PERENCANAAN PARTISIPATIF

Nama : laRuhama

Prodi : Pendidikan Luar Sekolah (PLS)

Universitas : Muhammadiyah Kendari

MATA KULIYAHPENGORGANISASIAN

1. Apa yang dimaksud dengan organisasi, dan apakah penting buat pembangunan masyarakat ?

Ø Suatu kesatuan sosial dari sekelompok individu yang saling berinteraksi menurut suatu pola yang terstruktur dengan cara tertentu sehingga setiap anggota organisasi mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing, dan sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan juga mempunyai batas-batas jelas dan juga sebagai suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Ø Organisasi sangat penting buat pembangunan masyarakat karena masyarakat adalah sekumpulan individu yang merupakan makhluk sosial dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, oleh karena itu perlu adanya sebuah perkumpulan yang akan membahas mengenai perilaku dalam hidup dan kehidupan secara terstruktur/ teratur serta mengatur :

- Pengaturan cara

- Mencoba menemukan cara kerja yang paling efisien

- Adanya keseimbangan antara tugas dengan wewenang

- Adanya pengelompokan secara fungsional

- Adanya standar kerja

- Derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi.

- Dan lain-lain

2. Apa hubungan organisasi dan manajemen ?

Ø organisasi adalah tempat orang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah mereka sepakati bersama. kalau tujuan mereka adalah untuk mencari keuntungan maka organisasi mereka disebut perusahaan. kalau tujuan mereka untuk bermain bola maka organisasi mereka disebut organisasi sepakbola dsb. agar organisasi itu dapat berjalan dengan baik perlu pengelolaan, pekerjaan mengelola itu disebut manajemen dan orang yang mengelola/memimpin disebut manejer. Jadi Manajemen itu adalah suatu pengelolaan,pengorganisasian,pengaturan terhadap sesuatu hal/perusahaan agar tercapainya tujuan dari perusahaan tersebut. sedangkan Organisasi adalah suatu pengorganisasian/pengaturan terhadap suatu kegiatan agar dapat terlaksana dengan baik. Jadi, Manajemen dan organisasi sangat berkaitan, tanpa adanya pengorganisasian atau pemenejaan suatu perusahaan maka tujuan perusahaan tersebut akan sulit untuk tercapai.

3. Yang perlu dipertimbangakan dalam pembentukan suatu organisasi :

Ø Melakukan Assessment Organisasi

Ø Menentukan Objectives & Strategi Organisasi

Ø Menyusun Struktur Organisasi

4. Bagaimana menyikapi perbedaan-perbedaan dalam suatu organisasi ?

Ø Menerima dan Menganalisis perbedaan-perbedaan kemudian menyatukan beberapa perbedaan serta mengambil solusi yang baik.

Ø Mengacu pada sistem norma, nilai dan aturan organisasi yang menyatakan apa yang benar dan baik buat organisasi kemudian mencari solusi berdasarkan partisipatif semua peserta.

5. Pengalaman kami dalam mengunjungi Organisasi Badan Diklat Provinsi Sultra;

Dalam mengunjungi suatu instansi yang terpenting dan terlintas dalam hati dan pikiran adalah bagaima pelayanannya terhadap tamu atau pencari informasi mengenai instansi tersebut. Sehubungan dengan hal pelayanan pada Bandiklat Sultra menurut kami cukup baik dan terlayani dengan baik.

Dan selanjutnya berbicara mengenai organisasi Bandiklat Sultra cukup terstruktur dengan baik penguraian tugas dan fungsi masing masing jabatan. Namun mengacu pada Visi Badan Diklat termuat “ mengimplementasikan kebijakan diklat satu pintu”. Setelah kami melakukan wawancara dengan salah satu Kepala Sub Bagian mengenai kebijakan diklat satu pintu ternyata belum terealisasi karena masih menunggu peraturan gubernur yang mengatur kebijakan tersebut.

Dan kita akan bertanya-tanya mengenai kebijakan diklat satu pintu. Kebijakan diklat satu pintu sesuai yang kami peroleh melalui wawancara singkat dengan Kepala Sub Bagian Perencanaan ternyata kebijakan ini memuat ; „pelaksanaan-pelaksanaan diklat pada seluruh instansi pemerintahan baik yang dilaksanakan di daerah maupun di pusat harus melalui dan/atau rekomendasi dari Badan Diklat Provinsi Sultara sebagai pelaksana diklat tertinggi di daerah“. Karena selama ini ada diklat yang dilaksanakan oleh instansi-instansi pemerintahan yang pelaksanaannya di pusat tanpa ada rekomendasi dari Badan Diklat Provinsi.

MATA KULIYAH-PERENCANAAN PARTISIPATIF

1. Suatu Pendidikan Non Formal (PNF) yang bernuansa partisipatif.

· Pendidikan Layanan Khusus

Masyarakat turut aktif dalam mendukung pendidikan layanan khusus. Program ini diprioritaskan untuk anak usia sekolah di lokasi bencana, pulau atau desa terisolir, anak-anak dari keluarga sangat miskin, terbelakang, dan tidak punya orangtua. . Mereka yang selama ini tidak mendapat pelayanan pendidikan sama sekali karena berbagai persoalan. anak-anak kelompok marjinal ini cukup banyak, selain karena kemiskinan juga kondisi wilayah kepulauan yang sangat sulit dijangkau. Dengan adanya pendidikan layanan khusus masyarakat terutama anak-anak dapat mengenyam pendidikan. Dan berbagai pendirian dan pengadaan sarana dan prasarana dibuat atas partisipasi masyarakat setempat serta bantuan dari pemerintah dan masyarakat dalam hal pembiayaan. Dan sebagai pendidik yang lebih utama adalah rasa sosialisme yang tinggi dan bukan mengharap imbalan yang setimpal.

2. Suatu program PNF yang tidak bernuansa Partisipatif.

· Program kursus

Tujuan dari pendirian kursus adalah untuk membelajarkan masyarakat sebagai penambah dan atau suplemen dari pendidikan sekolah. Namun ada tujuan lain yakni sama halnya peruasahaan yang betujuan untuk meraih keuntungan semata. Mereka memberikan pembeldajaran dengan kurikulum tersendiri. Tanpa memandang tingkatan atau kebutuhan warga belajar. Jadi kesimpulannya adalah program ini tidak bernuansa partisipatif.

MATA KULIYAH - LANDASAN FILOSOFI PENGEMBANGAN

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

1. Proses Pemberdayaan Yang Ditawarkan Feire ;

Paulo Freire (1973) dalam (Azis Muslim, 2009; 7) Proses pemberdayaan yang ditawarkan Feire (yang dalam hal ini diumpamakan seperti sebuah pendidikan) melalui 2 hal :

1. Pembebasan

Bagi Freire pendidikan haruslah berorientasi kepada pengenalan realitas hidup manusia dan dirinya sendiri. Yaitu pendidikan yang membuat manusia berani membicarakan masalah-masalah lingkungannya dan turun tangan dalam lingkungan tersebut. Dan bukan pendidikan yang menjadikan manusia patuh kepada keputusan-keputusan orang lain.

Proses pendidikan merupakan suatu daur bertindak dan berfikir yang berlangsung terus menerus. Dengan daur belajar seperti ini, setiap anak didik secara langsung dilibatkan dalan masalah-masalah realitas dunia dan keberadaan mereka didalamnya. Karena itu pendidikan ini juga disebut pendidikan hadap masalah. Anak didik menjadi subyek yang belajar, subyek yang bertindak dan berfikir, dan pada saat bersamaan berbicara menyatakan hasil tindakan dan buah pikirannya. Begitu juga sang guru. Jadi murid dan guru saling belajar satu sama lain dan saling memanusiakan.

2. Penyadaran

Pembebasan dan pemanusiaan manusia, hanya bisa dilaksanakan, jika seseorang telah menyadari realitas dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Proses asas yang paling penting adalah“penyadaaaran“ (konsientisasi) seseorang pada realitas dirinya dan dunia sekitarnya. Oleh karena itu pendidikan Freire disebut juga pendidikan penyadaran, atau metode konsientisasi.

Karena pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus mulai dan mulai lagi, maka proses penyadaran merupakan proses yang inheren dalam keseluruhan proses pendidikan itu sendiri. Dunia kesadaran seseorang memang tidak boleh berhenti dan mandeg, ia mesti berproses terus, berkembang dari satu tahap ketahap berikutnya, dari tingkat kesadaran naif sampai ketingkat kesadaran kritis.

2. Yang dimaksud dengan ;

a. Landasan normatif pengembangan masyarakat adalah bagaimana aturan agama khususnya (agama islam) memandang pengembangan masyarakat yang mengarah kepada perubahan dan perbaikan atau peningkatan kesejahteraan.

b. Landasan filosofi pengembangan masyarakat adalah bagaimana seharusnya pengembangan masyarakat yang dapat memberi peluang besar bagi masyarakat untuk berkreasi dalam rangka mengaktualisasikan diri dalam pembangunan dirinya sendiri.

c. Landasan teoritis pengembangan masyarakat adalah bagaimana teori tidak sekedar teori tetapi teori dapat diaplikasikan dalam pengembangan masyarakat .

3. Uraian yang dimaksud dengan ;

a. Kemiskinan absolute

Kemiskinan Absolute adalah: “tingkat pendapatan minimum yang tidak cukup untuk memenuhi Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) terhadap makanan, pakaian dan perumahan untuk menjamin kelangsungan hidup”. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan

Contohnya ; banyak kita jumpai di kota-kota besar. Saudara-saudara kita pemulung yang hidup dibawah kolom jembatan, dipinggiran-pinggiran kali, dan bahkan ada diteras-teras ruko.

b. Kemiskinan relatif

Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Kemiskinan Relatif dapat dilihat dengan memperbandingkan proporsi atau persentase penduduk yang berada pada dan di bawah Garis Kemiskinan Absolut dengan jumlah penduduk keseluruhan.

Contohnya ; kemiskinan ini dengan membandingkan keadaan antara yang satu dengan yang lain dalam lingkungan ; saya masih termasuk dalam golongan ini.

4. Mengatasi kemiskinan absolute melalui pendidikan ;

Untuk mengatasi kemiskinan absolut melalui pendidikan adalah dengan menyelenggarakan pendidikan yang berbasiskan life skill yaitu pemberian keterampilan-keterampilan dengan melihat peluang kerja yang ada dilapangan dan atau pemberian keterampialan untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri serta pemerintah yang mendanai penyelenggaraannya.

5. Pembangunan yang berpusat pada rakyat;

Secara teori Pembangunan yang berpusat pada rakyat yaitu Memusatkan pemikiran dan tindakan kebijakan pemerintah pada penciptaan keadan-keadaan yang mendorong dan mendukung usaha rakyat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri, dan untuk memecahkan masalah-masalah mereka sendiri ditingkat indifidual keluarga dan komunitas.

Contoh Pembangunan yang berpusat pada :

- PNPM, P2KP, P2MK, dll.

- Penyuluhan peternakan, pertanian, perikanan dll

- Pelatihan peternakan, pertanian, perikanan dll